Sabtu, 27 Oktober 2012

Beternak Lovebird
Sebelum memulai beternak Lovebird, kita harus bisa membedakan dulu antara Lovebird jantan dengan Lovebird betina. Secara fisik dan warna, burung tersebut susah untuk diketahui jenis kelaminnya. Cara yang paling gampang adalah dengan meraba kedua capit udang yang terletak dibawah duburnya. Jika keras, rapat dan lancip, biasanya jantan. Sedangkan burung betina capit udangnya lembek, lebar dan tumpul. Ciri lain adalah, Lovebird betina jika sudah birahi akan mengumpulkan bahan sarang dan diselipkan diantara kedua sayapnya sebelum dibawa kedalam kotak sarang. Lovebird bisa diternak setelah memasuki usia di atas 7 bulan. Pilihlah Lovebird yang sehat dan tidak cacat sebagai calon indukan dan berusia relative masih muda karena Lovebird yang sudah berumur diatas 3 tahun biasanya sudah tidak terlalu produktif. Untuk mendapatkan kriteria seperti diatas, sebaiknya kita langsung membeli dari peternak yang sudah kita kenal. Untuk memacu birahi, selain kwaci, tambahkana makanan extra berupa toge, jagung muda dan sawi. Ketiga jenis sayuran ini terbukti berguna untuk mendongkrak birahi Lovebird. Walaupun Lovebird bisa diternak dengan cara diumbar dalam kandang beurukuran besar dengan jumlah lebih dari 1 pasang, akan lebih baik jika beternak Lovebird secara individual. Untuk 1 pasang Lovebird, bisa digunakan kandang dengan ukuran sekitar 80cm x 40cm x 40cm. Satu Kandang diisi satu pasang. Ini dilakukan supaya garis keturunan gampang dilacak sehingga suatu saat memudahkan kita untuk melakukan experiment dalam menghasilkan varian warna yang berbeda. Sediakan kotak sarang atau glodok untuk bertelor dan mengeram. Tempat sarang atau glodok untuk Lovebird umumnya terbuat dari kotak kayu. Bahan sarang bisa menggunakan serbuk kayu, kulit jagung yang sudah dikeringkan dan lain sebagainya. Umumnya Lovebird bertelur antara 4 – 6 butir dan menetas setelah dierami sekitar 21 hingga 23 hari. Kedua indukan, baik jantan maupun betina saling bergantian menyuapi anaknya. Pada saat berumur sekitar 6 – 8 minggu, anak burung mulai keluar dari kotak sarang. Setelah anak burung bisa makan sendiri, segera pindahkan mereka ke sangkar lain sehingga indukannya bisa kembali melakukan siklus reproduksi.
Adakalanya indukan Lovebird tidak mau mengasuh anakannya. Jika kita menemukan kasus seperti ini, tidak ada cara lain kecuali harus diangkat dan disuapi sendiri. Siapkan kotak berukuran kira-kira 40x40x40cm yang didalamnya terdapat lampu bohlam 5 watt yang berfungsi sebagai penghangat. Anak Lovebird harus disuapi setiap 2 jam sekali. Makanan yang paling sesuai pada masa tersebut adalah bubur susu untuk bayi. Campurkan bubur susu dengan air matang (hangat-hangat kuku), lalu gunakan sendok untuk menyuapi anak burung. Tingkat kekentalan makanan tersebut harus disesuaikan dengan usia anak burung. Semakin bertambah usianya, semakin kental bubur susu yang diberikan. Setelah berumur 3 – 4 minggu, kita sudah boleh mulai memperkenalkan jenis makanan lain seperti sayuran, buah-buahan dan millet. PERMASALAHAN DALAM BETERNAK LOVEBIRD Tidak Mau Jodoh: Sering kita merasa kesal karena indukan yang ingin kita jodohkan ternyata tidak mau bersatu. Hal ini bisa disebabkan karena beberapa hal, al: keduanya berjenis kelamin sama, belum memasuki masa birahi, situasi atau lingkungan yang kurang mendukung. Telur Tidak Menetas: Telur tidak meneteas bisa disebabkan oleh beberpa hal al: Indukan yang mandul, kurang nutirisi, telur tidak dierami indukan, infeksi bakteri, dan lain-lain. Sering dijumpai dalam satu tetasan, ada 1 atau 2 telur yang tidak menetas. Ini adalah hal yang wajar dan tidak perlu di khawatirkan. Biasanya telur yang tidak menetas itu adalah telur yang terakhir. Menurut literature yang saya baca, bahkan di alam sekalipun, tidak semua telur bisa menetas. Cacat Kaki: Sering kita jumpai anak Lovebird yang kakinya tidak bisa berdiri dan mencengkeram dengan sempurna serta cenderung miring ke samping. Hal ini disebabkan karena bahan sarang yang ada didalam sangkar kurang mencukupi sehingga Lovebird tidak mempunyai dasar berpijak yang tidak licin. Kebanyakan kasus ini dijumpai pada glodok yang beralaskan papan triplek. Hindarilah menggunakan bahan ini dan gunakan papan yang belum diserut sebagai bahan dasar glodok. Pemacu birahi dan antisipasi penyakit dan obat-obatan Jika Anda menangkar burung Lovebird usia dewasa dengan kondisi terlihat sehat tetapi tidak juga birahi dan kawin, atau kawin dan bertelur tetapi banyak telur yang tidak jadi, Anda bisa melakukan terapi pemberian BirdMineral selama 4-5 hari kemudian dilanjutkan dengan pemberian BirdMature yang serbuk (campur ke sayuran yang dipotong-potong) selama 6-7 hari. Setelah pemberian sepekan dilihat perkembangannya. Jika belum ada tanda kawin, ulang pemberian selama 6-7 hari dan dilihat lagi perkembangannya. Apabila tetap bermasalah, maka kemungkinan besar ada hal yang menjadi gangguan sehingga burung tidak tenang, seperti keberadaan tikus, orang lalu lalang, udara terlalu panas dan sebagainya.
Burung LoveBird memiliki beberapa jenis: 1. Lovebird kepala abu-abu / lovebird madagaskar (Agapornis cana) _Ukuran tubuh panjang 14 cm, berat 25-28 gram. 2. Lovebird “muka merah” (Agapornis pullaria)_Ukuran tubuh panjang 15 cm, berat 43 gram. 3. Lovebird “sayap hitam” /lovebird abisinia (Agapornis taranta). 4. Lovebird “kerah hitam” (Agapornis swinderniana)_Ukuran tubuh lovebird “kerah hitam”: Panjang 13 cm, berat 39-41 gram. 5. Lovebird “muka salem” (Agapornis roseicollis)_Ukuran tubuh panjang 15 cm, berat 46-63 g. 6. Lovebird kaca mata fischer (Agapornis fischeri)_Ukuran tubuh lovebird kaca mata fischer Panjang 15 cm, berat 42-58 gram. 7. Lovebird kaca mata topeng (Agapornis personata)_Ukuran tubuh lovebird kaca mata topeng Panjang 14,5 cm, berat 43-47 gram. 8. Burung lovebird kacamata nyasa (Agapornis lilianae)_Ukuran tubuh lovebird kacamata nyasa Panjang 13,5 cm, berat 28-37 gram. 9. Burung lovebird kacamata pipi hitam (Agapornis nigrigenis)_Ukuran tubuh lovebird kacamata pipi hitam Panjang 13,5 cm, berat 36-52 gram.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar